Jangan Bilang ke Bali Apabila Belum Mengunjungi Patung Garuda Wisnu Kencana

Jangan Bilang ke Bali Apabila Belum Mengunjungi Patung Garuda Wisnu Kencana

Apakah anda pernah pergi ke Bali? Jangan bilang sudah apabila anda belum pernah mengunjungi tempat dimana Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) didirikan. Di bukit Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung disebut-sebut sebagai ikon pariwisata Bali masa depan yang akan menarik kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri.

Siapa yang tak tertarik dengan keberadaan Patung GWK di kawasan GWK Cultural Park seluas 60 hektar itu? Bahkan bila Anda sedang berada di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai dan Indocsn188 dalam keadaan cuaca yang cerah, maka pastinya Patung GWK akan terlihat di selatan bandara tersebut.

Patung yang dibuat Nyoman Nuarta bersama PT Alam Sutera Realty Tbk ini akhirnya resmi telah selesai setelah pembuatannya yang memakan waktu hingga 28 tahun. Dimana Patung tembaga terbesar di dunia dan serta merupakan patung tertinggi ke 3 di dunia ini merupakan salah satu mahakarya anak bangsa. Patung setinggi 121 meter (dari dasar hingga puncak) ini bahkan mengalahkan tingginya patung Liberty di Amerika Serikat yang tingginya mencapai 93 meter lho.

Dengan tinggi total 121 meter ini, ketinggian patung kurang lebih adalah 75 meter dan ketinggian penyangganya 45 meter. Dengan lebar sayap garuda yang mencapai 64 meter, material yang digunakan untuk membuatnya adalah campuran dari tembaga dan kuningan. Dengan berat kulit patung 900 ton, berat struktur baja 2.000 ton, dan menggunakan 21.000 batang baja. Patung yang dibangun sejak 2013 ini sudah siap digunakan untuk menerima para tamu, untuk pertemuan IMF – Bank Dunia di Bali bulan Oktober 2018 ini.

Sebagai bangunan yang dirancang untuk daya Tarik wisata dalam budaya, patung GWK dirancang sedemikian rupa untuk tahan dari hembusan angin kuat dan gempa. Patung yang kokoh berdiri ini adalah patung Dewa Wisnu yang menunggang burung Garuda dan menghadap ke utara. Mahkotanya berlapis emas terlihat Gagah dan berwibawa.

Pada lantai dasar ini, pengunjung akan diajak melihat pada sejarah perjalanan Patung GWK melalui foto-foto yang dipajang di setiap dinding. Juga mengenai Ide pendirian patung Garuda Wisnu Kencana yang digagas oleh pematung Nyoman Nuarta dan Menparpostel saat itu. Setelah itu, anda bisa naik lift ke lantai 9, disini digambarkan mengenai pembangunan patung GWK, dari tanah datar, digali hingga menjadi bangunan utuh setinggi 121 meter ini.

Fondasi beton diciptakan dengan ketebalan sampai 2,2 meter guna dapat menyangga beban sebesar 3.000 ton. Mengingat fondasi yang lumayan tebal serta suhu di tempat pengecoran yang terus bertambah yang dapat mengakibatkan timbulnya retakan, maka ditambahkan 43.024 balok es guna menetralkan suhu pada saat ketika pengecoran

Inilah lantai paling atas yang dapat dikunjungi wisatawan yaitu lantai 23 atau tepatnya sedang di bahu Dewa Wisnu. Di sini terdapat galeri pandang, dimana wisatawan melewati jendela kaca bisa melihat area Jimbaran, Nusa Dua di unsur selatan Bali serta melihat turun naiknya pesawat dari Bandara Ngurah Rai.

Selain itu di lantai 23 pun ada lantai kaca yang dirancang untuk dapat menahan beban berat. Kaca kuat ini digunakan untuk anda yang ingin melihat ke bawah lantai kaca untuk melihat dengan jelas rangka-rangka patung Garuda Wisnu Kencana. Untuk Anda yang takut pada ketinggian dianjurkan tidak mengupayakan menginjak kaca ini, karena memang sangat tinggi dan cukup menakutkan walaupun aman. Jumlah pengunjung dan lamanya sedang di lantai 23 nantinya akan dibatasi, sehingga setiap pengunjung di lantai 9 tidak antri terlalu lama.

Di samping itu, tarif masuk ke area GWK pun belum ditetapkan besarannya sesudah Patung Garuda Wisnu Kencana ini diresmikan dan dimulai untuk umum. Wisatawan dan pengunjung nantinya bakal diantar memakai bus eksklusif menuju tempat Patung GWK ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *