7 Perjuangan yang Dirasakan Freshgrads Saat Berjibaku Demi Pekerjaan Pertama (Plus Cara Mengatasinya)

7 Perjuangan yang Dirasakan Freshgrads Saat Berjibaku Demi Pekerjaan Pertama (Plus Cara Mengatasinya)

Ketika usai dengan euforia gelar sarjana, anda mulai menyimpulkan berjibaku dengan ribuan bahkan jutaan jobseeker di semua Indonesia. Bukan urusan yang gampang memang. Namun demi mendapatkan masa mendatang yang gemilang, apapun anda korbankan. Sejalan dengan itu, tidak sedikit suka duka yang jadi kisah manismu.

Menurut Judibolawin Beberapa persoalan selama anda mengenyam kedudukan jobseeker pemula menjadi dukanya. Namun bilamana kamu telah terbiasa, anda akan punya jam terbang sendiri dan sigap menyiasatinya. Mau tahu apa saja yang sekitar ini tidak jarang dikeluhkan oleh jobseeker pemula dan bagaimana siasat mengatasinya? 7 poin berikut ialah rangkumannya.

7 Perjuangan yang Dirasakan Freshgrads Saat Berjibaku Demi Pekerjaan Pertama (Plus Cara Mengatasinya)
7 Perjuangan yang Dirasakan Freshgrads Saat Berjibaku Demi Pekerjaan Pertama (Plus Cara Mengatasinya)

1. “Kalau ditanyain yang susah-susah masa-masa wawancara, enaknya jawab apa ya? Terus penampilanku mesti kayak gimana?”

Interview adalahtahap seleksi kerja yang sangat ditakuti. Kebanyakan perusahaan, entah perusahaan kecil atau besar, tidak jarang kali menghadirkan tes ini di tiap rekrutmen. Tujuannya jelas pihak perusahaan hendak mengenal lebih dekat laksana apa orang-orang yang bakal jadi karyawannya. Buat kamu, inilah ketika yang sangat mendebarkan. Kamu tidak bakal pernah tahu dengan siapa nantinya anda bertatap muka. Apakah tersebut bagian HRD, supervisor, manajer, atau direkturnya. Di sisi lain, masing-masing gerak-gerik yang anda tunjukkan dalam tes ini bakal dinilai. Mulai dari mimik, gestur, penampilan dan kerapian, serta jawabanmu di masing-masing pertanyaan.

Tidak perlu cemas menghadapi semua. Di masing-masing pertanyaan, anda tidak perlu faking good agar kamu dapat diterima. Masalah penampilan, kenakanlah busana yang apik dan sopan. Idealnya kemeja, bawahan dari bahan kain, sepatu formal, dan ikat pinggang. Bagi wanita, make up yang normal saja dan tidak terlampau menor. Kuku pun tidak boleh panjang supaya kamu tidak melukai interviewer ketika berjabat tangan.

2. “Minat dan bakatku sesuai nggak ya untuk kegiatan ini? Atau aku mesti cari kegiatan lain lagi?”

“Aku inginkan lamar di perusahaan ini. Gajinya tentu gede, secara kan mereka udah punya nama. Tapi kok lowongannya meragukan seluruh ya? Kayaknya gak cocok minat dan bakatku deh,”

Minat dan bakat bukanlah sesuatu yang mudah diketahui, kecuali dari kecil anda sudah ketahuan merdu menyanyi dan pintar berakting. Untuk kegiatan yang butuh tahu apakah cocok minatmu, urgen menganalisis kekurangan dan kelebihanmu dalam suatu neraca. Di samping itu, wajib pun mengetahui apa yang anda suka dan tidak anda suka. Pengalaman organisasi dan prestasimu pun turut menolong dalam menilai kegiatan apa saja yang cocok. Jika anda masih tidak cukup yakin, tidak terdapat salahnya anda mendatangi konsultan karir. Mereka bakal membantumu menyimpulkan karir apa yang sesuai untukmu.

3. “Apa saja yang mesti kusiapkan demi menghadapi tes seleksinya? Adakah kisi-kisi yang dapat dipelajari sebelumnya?”

Kadang anda kaget andai tiba-tiba terdapat panggilan tes kerja mendadak. Kamu juga tidak sempat bersiap-siap sebab waktu yang terbatas. Kamu kelabakan dan merasa cemas. Memang masing-masing perusahaan tidak mempunyai standar proses seleksi yang sama. Seleksi apa saja yang akan dilewati pun tidak pernah diberitahukan secara gamblang.

Sesungguhnya kamu dapat mempersiapkannya jauh-jauh hari. Setiap harinya, kamu dapat mencicil belajar berupa pelajaran psikotes dan modul interview. Paling tidak, dua pelajaran itulah yang mesti anda kuasai sebab adalahdua etape tes yang sangat sering diujikan perusahaan.

Lebih baik lagi andai kamu mematangkan diri dengan kemampuan public speaking supaya fasih menjawab masing-masing pertanyaan. Sedangkan persyaratan umum pada masing-masing perusahaan swasta ialah daftar riwayat hidup dan surat lamaran. Namun tak terdapat salahnya anda menyiapkan fotokopi dari ijazah, transkrip nilai, KTP, nilai tes TOEFL, bahkan kartu kuning dan SKCK.

4. “Duh, bila nanti keterima namun orangtua tidak memberi ijin — gimana?”

Begitu tidak sedikit permasalahan jobseeker yang berkutat di dekat tahapan dan kelengkapan tes. Tapi ada pun permasalahan di luar itu. Misalnya saja ijin orang tua, tidak percaya pada diri sendiri, serta skill atau empiris yang masih kurang. Permasalahan ijin orang tua pada lazimnya ada pada tempat penempatan kerja. Beberapa orang tua tidak cukup setuju bilamana anaknya (terutama andai anaknya perempuan) bekerja terlampau jauh atau di Jakarta yang dikenal sarat resiko. Untuk menanggulangi ini, anda harus pintar-pintar merayu orang tuamu. Namun andai memang ada urusan genting pada family yang tidak dapat dikompromi, tetap jadikanlah restu orang tuamu yang utama.

Bila pengalamanmu di organisasi dirasakan kurang, usahakanlah kamu bergabung pada sebuah komunitas. Kini sudah tidak sedikit komunitas umum yang sedang di luar kampus. Kamu bisa meng-update skill teranyarmu dengan menjadi aktivis di komunitas tersebut. Kepercayaan dirimu juga dapat ditingkatkan dengan banyaknya komunikasi dan tanggung jawabmu di komunitas tersebut.

5. Mengapa aku mesti menggarap tes hitung-hitungan sepanjang dan sekitar ini? Bagi apa ya aku menggambar pohon?

Pernah mengalami keadaan bingung serupa ketika psikotes? Kamu tidak sendiri. Banyak orang yang tidak tahu maksud dari setiap tes. Apalagi dalam psikotes tidak terdapat yang mutlak benar dan salah. Namun dari pelbagai soal psikotes yang ada, mereka seluruh ditujukan untuk memahami kecenderungan jati diri kita. Apakah anda siap bekerja untuk jobdesk yang diserahkan dan bagaimana daya tahan anda dalam bekerja.

Yang dapat anda upayakan dalam psikotes ialah maksimalnya anda dalam menggarap soal. Kamu bisa melatihnya dengan membeli kitab khusus psikotes yang kini tidak sedikit beredar di toko buku. Bahkan kamu dapat mendapatkan yang cuma-cuma dari intenet. Dengan ini, anda tak bakal kaget lagi menyaksikan tes deret hitung yang menciptakan lenganmu pegal-pegal.

6. “Kalau aku inginkan melamar, apa saja yang mesti aku lampirkan? Harus dikirim ke sana atau via email?”

Fresh graduater pada lazimnya bingung bila menyaksikan pengumuman pekerjaan, lagipula kalau tempat perusahaannya jauh. “Haruskah lamaranku dikirim, diantar langsung, atau via email?” Coba anda amati lagi instruksi pada pengumumannya. Kadang anda saja yang tidak cukup jeli membaca. Jika memang alamatnya jauh, kamu dapat menanyakan ke kontak telepon kantor dan menanyakan apakah software lamaran dapat dikirim.

Bila kamu diizinkan melamar via email, sebisa mungkin anda mengirimkan seluruh persyaratan yang diminta. Jika diwajibkan menyertakan bukti kelulusan, tidak boleh lupa scan ijazah dan bukti-bukti beda yang perlu. Beberapa perusahaan swasta dan pemerintah sering kali memintamu mengirim bukti berupa SKCK dan kartu kuning. Segera urus kriterianya dibuka dari kantor kelurahanmu sebab proses birokrasinya melalui tidak sedikit instansi dan jam layanannya terbatas sampai pukul 14.00 WIB.

7. “Aku pemalu dan introvert. Mungkinkah aku dapat lolos dari etape FGD?”

Mungkin anda sudah pernah mendengar kata Focus Group Discussion sebelumnya. Di mata kuliah cara penelitian, Focus Group Discussion adalahsalah satu teknik pengumpulan data dengan mengoleksi sejumlah orang dan menciptakan mereka membicarakan topik tertentu yang diusung dalam penelitian. Tak jauh berbeda, Focus Group Discussion dalam tes kerja pun membawa topik tertentu. Kamu diminta aktif terhadap topik yang diangkut dan menggelontorkan sejumlah gagasan yang tertanam di otakmu sesudah mendengar kata itu.

Topik yang biasa diambil ialah topik-topik yang sehubungan dengan persoalan perusahaan tersebut. Oleh karenanya persiapkan dirimu dengan product knowledge perusahaan tersebut. Kamu yang sudah diizinkan tes pada etape ini pun boleh tidak banyak berbahagia sebab tes ini biasa dilaksanakan pada tahap-tahap akhir sebab digunakan untuk mengukur keterampilan komunikasi dan sosialisasi jobseeker.

Menghadapi masing-masing tahap tes kerja ialah persoalan menjadi dirimu sendiri. Mengenal diri sendiri ialah kunci utama saat melamar kerja. Hal ini ditengarai melewati kekurangan, kelebihan, minat, dan bakat. Dari situ, anda mampu mencari penyebab masalah dan menemukan pilihan solusi untuk kegiatan yang anda inginkan. Oleh sebab itu, anda tidak butuh memaksakan diri guna menjadi orang yang sempurna ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *