6 Alasan Kebahagiaan di Usia 25-an Tak Lagi Sesederhana

6 Alasan Kebahagiaan di Usia 25-an Tak Lagi Sesederhana

Nasehat yang telah terlalu sering anda dengar. Karena ungkapan tersebut kamu juga punya pandangan bahwa tak perlu berjuang keras atau tidak sedikit berkorban untuk menikmati kebahagiaan. Seiring berjalannya waktu, anda mulai tumbuh dan mengalami sekian banyak fase kehidupan. Sekarang, diumurmu yang seperempat abad ini, pandanganmu mengenai bahagia mulai bergeser. Nasehat tadi seolah isapan jempol.

Menurut sbobet terpercaya Untukmu yang sekarang menjalani fase umur 25-an, kebahagiaan barangkali tak sesederhana yang dibayangkan. Nggak butuh putus harapan dulu, namun anda usahakan mengetahui penyebab kenapa bahagia tak dapat dirasakan dengan sesederhana itu. Berikut dalil yang barangkali mendasari terjadinya pergeseran arti bahagia. Kamu butuh pahami dan resapi supaya bisa terus berjuang membahagiakan diri.

1. Waktu kecil anda percaya bahagia dapat didapatkan sesederhana bisa izin santap sambil nonton acara TV tanpa mandi dulu

6 Alasan Kebahagiaan di Usia 25-an Tak Lagi Sesederhana
6 Alasan Kebahagiaan di Usia 25-an Tak Lagi Sesederhana

Biarpun masa-masa kecil anda masih mesti darurat tidur siang atau santap sayur yang rasanya nggak enak. Tapi anda masih dapat merasakan bahagia setelahnya. Seperti anda diberi kemerdekaan oleh ibu untuk santap sambil menyaksikan acara TV tanpa butuh mandi dulu. Hal tersebut meskipun melulu sekali seminggu anda alami, tapi tidak jarang kali sukses mengembangkan senyum kecil di wajahmu.

2. Nyatanya sekarang Bahagia yang simpel mulai sulit anda rasakan, lagipula saat menginjak usia 25-an

 

Waktu terus berjalan, dan tak terasa anda sudah menginjak usia seperempat abad. Usia di mana anda telah mengalami sejumlah fase pembelajaran dalam kehidupan. Di umur ini pula anda harus menerima kenyataan bila bahagia tidak lagi kebebasan santap di depan TV, namun lebih susah lagi. Kamu mesti mengorbankan sesuatu melulu untuk menikmati secuil kebahagiaan yang dulu diperoleh secara gratis itu.

3. Ingin senang-senang dengan pergi travelling, namun apa daya anda malah terjebak rutinitas kegiatan yang buatmu kepayahan sendiri

 

Meskipun sekarang anda udah punya kegiatan dan pendapatan sendiri, tetap saja anda harus mengekor aturan perusahaan supaya bisa segera liburan. Tapi seringnya anda harus gigit jari sebab rutinitas kegiatan semakin lama buatmu kepayahan sendiri. Pengorbanan berlebih juga mau enggan harus anda lakukan. Seperti lembur berhari-hari, menyimpan uang demi biaya perjalanan, sampai pintar-pintar memungut jatah libur yang melulu dua belas hari. Semua pengorbanan tersebut kamu kerjakan demi sebuah:

Ah, kesudahannya melepas penat juga!

4. Rencanamu hendak membahagiakan ayah ibu di dusun halaman, tetapi jumlah pemasukan hanya lumayan untuk kebutuhanmu sebulan

 

Sewaktu kecil dulu kamu hendak sekali membahagiakan kedua orangtua ketika sudah bekerja. Salah satunya laksana mengirimi duit secara rutin guna membantu kebutuhan rumah tangga. Namun kenyataannya, di umur yang 25-an ini anda masih saja terseok demi mendirikan tiang perekonomian diri. Jangankan guna rutin mengantarkan sejumlah duit ke ayah dan ibu di dusun halaman. Untuk menyimpan uang saja anda udah kesusahan sebab pemasukan yang pas banget di kantongmu sendiri.

5. Kembali ke rumah pun belum pasti buatmu bahagia. Apalagi saat anda masih sendiri di umur 25-an ini

 

Dulu bahagiamu lumayan sederhana. Cukup dengan sedang di rumah, nonton TV seraya ngemil sesuatu produksi ibu. Namun sekarang urusan itu nggak berlaku lagi. Meskipun anda tetap masih dapat nonton TV sambil santap sesuatu, terdapat hal-hal yang terus mengusik kebahagiaan. Apalagi saat anda kembali ke rumah, anda masih sendiri di umur yang udah lumayan matang ini. Obrolan mengenai jodoh dan masa mendatang menjadi di antara hal yang mau enggan mengharuskanmu merelakan kata bahagia itu.

“Nak, kapan anda bawa calon menantu bikin ibu?”

5. Standar bahagiamu sekarang tak lagi sama. Semakin bertambahnya umur dan bimbingan hidup yang ada bikin bahagiamu jauh dari kata sederhana

 

Travelling, kiriman guna ayah ibu hingga sekadar nonton TV dengan tenang di lokasi tinggal sendiri, ialah sederet kebahagiaan sederhanamu. Hal-hal tersebut dalam prakteknya tak dapat didapatkan secara sederhana. Harus terdapat pengorbanan yang perlu anda lakukan terlebih dahulu. Seperti menabung, lembur, hingga memantaskan diri supaya segera bisa calon mantu. Kamu juga akhirnya tersadar bahwa semakin meningkatnya usia, standar kebahagiaan pun semakin tinggi adanya. Kalau boleh meminta, barangkali kamu hendak kembali ke masa kecil dulu. Masa di mana kamu dapat merasa bahagia tanpa butuh mengorbankan apa-apa.

6. Meski di umur 25-an bahagiamu tak lagi sederhana, tapi sangat tidak anda selalu punya nyali untuk menggali kebahagiaanmu sendiri

 

Mau tidak mau, suka tidak suka, di umur 25-an bahagia memang udah nggak lagi sederhana. Kamu telah sepantasnya bersyukur dengan semakin tingginya standar bahagia di usiamu yang kini ini. Paling tidak anda selalu punya nyali guna terus berjuang dan bekerja lebih keras lagi untuk mengisi kebutuhanmu mengenai rasa bahagia ini.

Seiring meningkatnya usia, hidup memang nggak bakal semakin mudah. Bahagia yang nggak lagi simpel bukan berarti anda nggak dapat merasakannya. Kamu melulu perlu berjuang lebih giat serta mempersiapkan mental yang kuat. Jadi, udah siapkah anda untuk berusaha demi bahagiamu hari ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *